Sabtu, 29 Maret 2014

STAN tumpuan terakhir

inilah secarik kisah gue bagaimana akhirnya gue bisa mengenyam pendidikan di sekolah plat merah tersebut. simak baik-baik lika-liku perjuangan gue guys :D


awalnya gue nggak tau STAN itu apaan, waktu itu gue masih duduk di bangku SMP denger kata 'stan' yang terlintas di pikiran gue malah 'setan' yang berarti hantu ataukah 'stand-stand' bazar yang seperti biasanya untuk jualan. lantas gue mikir ngapain sekolah di tempat yang begituan. Kenapa banyak orang yang mengidam-idamkannya (?)

mata gue baru mulai kebuka setelah abang gue yang pada saat itu duduk di kelas 3 SMA bingung menentukan lanjutan pendidikan yang bakal di tempuhnya. waktu iatu gue baru kelas 2 SMP. Nah, di situ abang gue sering nyebut-nyebut kata STAN. Dari situlah gue mulai sedikit bertanya-tanya. Dia menjelaskan singkat sih hanya menjabarkan kepanjangannya yaitu Sekolah TInggi Akuntansi Negara dan menyebutkan bahwasannya sekolahnya gratis dan ikatan dinas. Menurut analisa gue, abang gue dulu pengen banget masuk STAN karena memang kampus kebanggaan apalagi bagi orang tua yang memiliki anak yang sekolah di STAN pasti memiliki prestise tersendiri. Kala itu, abang gue sampai mengikuti paket bimbingan belajar yang memfokuskan untuk USM STAN tahun itu. bertempat di Solo dengan kurun waktu kurang lebih 3-4 mingguan di lembaga yang cukup ternama juga meloloskan anak-anak didiknya untuk menembus dinding tebal gerbang plat merah tersebut.


.....to be continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar